Gubes ITPLN Ungkap Strategi Penyerapan 5,52 Juta Lapangan Kerja dari PLTS 100 GWp - 1

Energi Surya dan Jutaan Peluang Karier: Menyiapkan Talenta untuk Industri Energi Masa Depan

Transformasi energi membuka kebutuhan baru terhadap tenaga profesional di bidang teknologi, instalasi, operasi, pemeliharaan, manufaktur, hingga rantai pasok energi.

Gubes ITPLN Ungkap Strategi Penyerapan 5,52 Juta Lapangan Kerja dari PLTS 100 GWp - 1
Pengembangan energi surya membuka peluang baru bagi industri sekaligus meningkatkan kebutuhan terhadap talenta dengan kompetensi energi terbarukan.

JAKARTA – Perubahan menuju sistem energi yang lebih bersih tidak hanya berbicara mengenai pembangunan pembangkit listrik. Di balik pertumbuhan energi terbarukan terdapat kebutuhan terhadap tenaga profesional, industri pendukung, teknologi, manufaktur, hingga rantai pasok yang mampu menopang perkembangan sektor tersebut.

Guru Besar Institut Teknologi PLN (ITPLN), Prof. Syamsir Abduh, menyoroti target penciptaan 5,52 juta lapangan kerja melalui program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 gigawatt peak (GWp). Menurutnya, target tersebut perlu didukung strategi pengembangan industri yang terintegrasi agar manfaat ekonomi dan kesempatan kerja dapat dirasakan lebih luas.

Pengembangan PLTS tidak hanya berfokus pada pembangunan pembangkit berskala besar. Perluasan pemanfaatan PLTS atap dan sistem tenaga surya terdistribusi di sektor perumahan, komersial, industri, bangunan publik, hingga kawasan pedesaan juga membuka peluang bagi perusahaan instalasi dan pemeliharaan lokal.

Gubes ITPLN Ungkap Strategi Penyerapan 5,52 Juta Lapangan Kerja dari PLTS 100 GWp - 2
Pengembangan ekosistem energi surya membutuhkan penguatan kompetensi, industri, dan kesiapan tenaga kerja untuk menjawab kebutuhan proyek di berbagai skala.

Dari sisi industri, peluang tersebut muncul dalam berbagai tahapan. Pembangunan PLTS berskala besar membutuhkan tenaga kerja di bidang rekayasa teknik, konstruksi, instalasi, komisioning, dan manajemen proyek. Sementara pembangkit yang telah beroperasi tetap membutuhkan tenaga profesional untuk menjaga performa melalui kegiatan operasi dan pemeliharaan.

Ekosistem tersebut juga mencakup manufaktur dan rantai pasok. Indonesia membutuhkan kapasitas produksi dan penyediaan berbagai komponen seperti modul surya, inverter, struktur pemasangan, kabel, transformator, baterai, perangkat lunak, sistem pemantauan, hingga layanan logistik dan rekayasa.

Artinya, transformasi energi menciptakan peluang yang lebih luas daripada sekadar pekerjaan di pembangkit. Industri pendukung, pelaku usaha lokal, perusahaan jasa, dan tenaga profesional dari berbagai disiplin dapat mengambil bagian dalam pertumbuhan ekosistem energi surya.

Namun, besarnya peluang tersebut perlu diikuti oleh kesiapan kompetensi. Dunia industri membutuhkan tenaga kerja yang memahami desain sistem fotovoltaik, keselamatan kelistrikan, sistem tegangan tinggi, integrasi jaringan, Battery Energy Storage System (BESS), Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA), serta manajemen energi digital.

Gubes ITPLN Ungkap Strategi Penyerapan 5,52 Juta Lapangan Kerja dari PLTS 100 GWp - 3
Masa depan energi membutuhkan talenta yang mampu menggabungkan kompetensi teknis, pemahaman industri, dan kemampuan beradaptasi.

Karena itu, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia untuk kebutuhan tersebut. Kolaborasi antara perguruan tinggi, politeknik, sekolah kejuruan, industri, dan lembaga sertifikasi diperlukan agar kompetensi lulusan semakin sesuai dengan kebutuhan lapangan kerja.

Bagi mahasiswa, perkembangan energi surya memberikan gambaran bahwa sektor energi terbarukan menawarkan ruang karier yang luas. Pilihan profesi tidak terbatas pada pekerjaan teknis pembangkit, tetapi juga mencakup manajemen proyek, pengembangan bisnis, rantai pasok, manufaktur, operasi, pemeliharaan, hingga pengelolaan energi.

Sebagai perguruan tinggi yang berfokus pada energi dan ketenagalistrikan, ITPLN memiliki ruang strategis dalam menyiapkan talenta yang mampu memahami perkembangan industri sekaligus mengembangkan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan energi masa depan.

Pada akhirnya, target PLTS 100 GWp bukan hanya persoalan menambah kapasitas pembangkit. Di baliknya terdapat peluang untuk membangun ekosistem industri nasional, mengembangkan kompetensi tenaga kerja, memperkuat rantai pasok dalam negeri, dan menciptakan nilai ekonomi bagi masyarakat.
ITPLN — Menyiapkan talenta untuk menggerakkan energi masa depan.

Ambil peranmu dalam revolusi energi bersih dan masa depan hijau!

Dapatkan kurikulum aplikatif, fasilitas modern, dan keahlian ketenagalistrikan terdepan untuk meraih jutaan peluang karier di era transisi energi bersama ITPLN.

  • Find Us On

Author : Bagian Admisi dan Pemasaran ITPLN

Enable Notifications OK No thanks