Mahasiswa ITPLN Juara Nasional BRIN-FAO, Ciptakan AI Prediksi Wabah Ternak
JAKARTA – Mahasiswa Institut Teknologi PLN (ITPLN) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dionisius Aprisal Fenanlampir, mahasiswa S1 Teknik Tenaga Listrik, berhasil meraih Juara 3 dalam kompetisi nasional BRIN–FAO yang diikuti oleh peneliti muda dari seluruh Indonesia.
Prestasi ini bukan sekadar kemenangan, tetapi bukti bahwa mahasiswa ITPLN mampu bersaing dalam riset berbasis teknologi tingkat nasional bahkan internasional.
Dalam kompetisi bertajuk Sustainable Livestock Transformation Research and Innovation Competition for Young Scientists, Dionisius menghadirkan inovasi berbasis Artificial Intelligence (AI) untuk memprediksi penyebaran penyakit ternak lintas provinsi di Indonesia.
Yang menarik, model yang dikembangkan mampu memprediksi wilayah yang akan terdampak wabah hingga dua minggu sebelum kasus muncul, hanya dengan memanfaatkan data publik.

“Model yang saya bangun berhasil memprediksi 100 persen provinsi yang akan terinfeksi selama periode pengujian,” jelas Dionisius.
Riset ini berangkat dari krisis besar wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) tahun 2022 yang menginfeksi lebih dari 600.000 ternak di 19 provinsi tanpa adanya sistem prediksi sebelumnya.
Namun, inovasi ini tidak berhenti pada satu kasus.
Dionisius mengembangkan sebuah framework AI yang dapat diterapkan pada berbagai penyakit hewan, seperti flu burung H5N1, Lumpy Skin Disease, hingga African Swine Fever.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa teknologi dapat menjadi solusi nyata dalam sektor peternakan dan ketahanan pangan nasional.
Yang lebih menarik, Dionisius bukan berasal dari bidang peternakan, melainkan dari teknik tenaga listrik.
Hal ini menegaskan bahwa ITPLN mendorong kolaborasi lintas disiplin, di mana mahasiswa mampu menggabungkan teknologi, data, dan kebutuhan industri untuk menghasilkan solusi inovatif.

Riset ini juga dilatarbelakangi pengalaman pribadi. Pada 2025, keluarganya kehilangan seluruh ternak akibat wabah African Swine Fever.
Dari situ muncul ide untuk menciptakan sistem peringatan dini berbasis AI agar peternak tidak lagi menghadapi wabah tanpa persiapan.
“Kalau peternak punya peringatan lebih awal, mereka bisa bersiap. Tidak lagi kehilangan ternak secara tiba-tiba,” ujarnya.
Ke depan, Dionisius berencana mengembangkan riset ini menjadi platform data terbuka bernama Livestock Disease Data Commons, yang dapat digunakan untuk memperkuat sistem surveilans kesehatan hewan di Indonesia.
Bukti Mahasiswa ITPLN Tidak Hanya Belajar, Tapi Berinovasi
Prestasi ini menjadi salah satu contoh bagaimana mahasiswa ITPLN tidak hanya belajar teori, tetapi juga menghasilkan inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Dengan pendekatan berbasis teknologi, data, dan kebutuhan industri, mahasiswa didorong untuk menjadi problem solver di berbagai sektor, termasuk energi, teknologi, hingga ketahanan pangan.

Ingin Jadi Mahasiswa Berprestasi Seperti Ini?
Institut Teknologi PLN membuka kesempatan bagi calon mahasiswa yang ingin berkembang di bidang teknologi, energi, dan inovasi masa depan.
Di ITPLN, kamu tidak hanya kuliah, tetapi juga berkesempatan:
- Mengembangkan riset berbasis teknologi seperti AI
- Terlibat dalam kompetisi nasional dan internasional
- Mengikuti program magang industri
- Berpeluang mengikuti seleksi Ikatan Kerja PLN Group
-
Find Us On
Author : Bagian Admisi dan Pemasaran ITPLN
